BERITA DAERAH

Warta Kota Lhokseumawe

Wali Kota Lhokseumawe Buka Kegiatan Pendampingan Kementerian UMKM untuk Pemulihan Usaha Pascabencana (Kamis, 29 Oktober 2026)



LHOKSEUMAWE – Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., membuka kegiatan Pendampingan Peningkatan Kapasitas Produksi dan Perluasan Akses Pembiayaan Wirausaha Terdampak Bencana Aceh Regional IV yang diselenggarakan oleh Kementerian UMKM Republik Indonesia di Harun Mart, Kota Lhokseumawe, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini diikuti 776 pelaku usaha dari Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Bireuen sebagai bagian dari upaya membantu pelaku UMKM memulihkan usaha sekaligus meningkatkan kapasitas dan daya saing setelah terdampak bencana.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Republik Indonesia, Rahmadi, serta Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Aceh, Reza Ferdian, S.STP., M.Si. Turut hadir perwakilan perangkat daerah yang membidangi UMKM dari kabupaten/kota terkait serta mitra lembaga keuangan dan penjaminan, yakni Bank Aceh Syariah, Bank Syariah Indonesia (BSI), Jamkrindo Syariah, dan Askrindo Syariah. Wali Kota Lhokseumawe juga didampingi Plt. Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setdako Lhokseumawe yang akrab disapa Bayu.

Pendampingan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi, perencanaan pemulihan usaha, dan perluasan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM terdampak bencana. Selain itu, kegiatan ini mencakup proses onboarding melalui Sistem Informasi SAPA UMKM untuk mendorong pelaku usaha terdata dan meningkatkan kapasitas usahanya, sekaligus mempersiapkan mereka sebagai calon penerima Bantuan Presiden (Banpres) bagi pelaku UMKM sesuai ketentuan yang berlaku.

Wali Kota Sayuti Abubakar menyampaikan apresiasi kepada Kementerian UMKM Republik Indonesia atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada pelaku usaha terdampak bencana di Aceh. Menurutnya, pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat memulihkan sumber penghasilan, mengembangkan kembali usaha, dan memperkuat perekonomian keluarga setelah terdampak bencana.

“Ini merupakan bukti nyata bahwa negara hadir untuk masyarakat, khususnya para pelaku UMKM yang terdampak bencana. Kami berharap dukungan ini menjadi penyemangat bagi para pelaku usaha untuk bangkit, memulihkan usahanya, dan terus berkembang. Melalui peningkatan kapasitas dan akses pembiayaan, para pelaku UMKM diharapkan semakin mampu mengelola usaha secara mandiri, meningkatkan pendapatan, dan memperkuat kesejahteraan keluarga,” ujar Sayuti.

Ia juga mendorong para peserta untuk memanfaatkan pendampingan secara optimal, terutama dalam meningkatkan kualitas produk, memperkuat kapasitas produksi, memperbaiki pengelolaan usaha, dan memperluas jangkauan pemasaran. Akses pembiayaan diharapkan dapat dimanfaatkan secara tepat sesuai kebutuhan usaha sehingga mampu mendukung keberlangsungan produksi dan membuka peluang pengembangan usaha yang lebih luas.

Pemerintah Kota Lhokseumawe terus mendorong pemberdayaan UMKM melalui sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan berbagai mitra terkait. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana, meningkatkan daya saing pelaku usaha, serta mendorong UMKM tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.